Rahasia Memenangkan Lomba Tingkat Pramuka


Lomba tingkat pramuka adalah lomba yang sangat dinanti-nanti oleh setiap pramuka. Bukan karena pada gelaran event ini para pramuka unjuk kebolehan, tapi karena di lomba tingkat para pemenangnya akan naik untuk mengikuti lomba pada jenjang lebih tinggi yaitu mulai dari Gudep sampai Kwartir Nasional, meskipun pada keadaan umum biasanya lomba yang akrab di sebut LT ini hanya berhenti pada satu jenjang, yaitu Gudep.

Nah, disini Kakak tidak akan membahas tentang jenjang demi jenjang tingkat dalam LT, namun kita akan berbagi bagaimana rahasia memenangkan lomba ini. Oke, kita mulai.. Untuk memenangkan LT, hanya dibutuhkan 3 syarat, yaitu...

  1. Niat dan Semangat yang Murni. 
  2. Kreatifitas dan Keunikan Penguasaan Materi Lomba
  3. Kelengkapan perangkat lomba
Yup... itu lah syarat adik-adik penggalang bisa menjadi pemenang lomba. Tentu tetap dengan doa kepada Alloh SWT yang tulus dan ikhlas. Karena kemenangan bagi seorang pramuka tidak semata menang dalam arti menjadi juara 1, tapi ia menang karena mampu menerapkan nilai-nilai luhur satya dan dharma apapun yang terjadi.



Pramuka Wajib Bisa Renang


Negara kita, Indonesia adalah negara yang akrab dengan air. Hal ini dikarenakan kita berada di tengah dua samudera dan daratannya dilintasi oleh banyak sungai, rawa-rawa serta daerah berair lainnya  plus kadang musim penghujan pun mengundang banjir.

Sudah sepantasnya bila kemudian sebagai pramuka, kita harus menguasai ilmu ikan, yaitu renang. Dengan kemampuan berenang yang baik ini, maka kita akan mampu bertahan dan memberi manfaat ketika harus berhadapan dengan air. Renang tidaklah sulit, justru menyenangkan. Belum bisa berenang ? Mari kita segera berlatih. Klik Disini untuk memulai latihan....

Pramuka dan Terorisme


Terorisme arti umumnya menurut kami adalah paham tentang suatu perbuatan - baik kata-kata sampai perilaku yang ditujukkan untuk melakukan gangguan pada suatu keadaan kondusif secara subjektif maupun obyektif.

Seperti pada jaman belanda dahulu, maka para pejuang kemerdekaan dianggap sebagai ekstrimis dan teroris oleh orang belanda, begitu pula belanda akan dianggap sebagai teroris oleh penduduk pribumi, cuma pada waktu itu istilah ini belum populer. Istilah teroris baru populer di abad ini, setelah banyak kejadian-kejadian radikal yang menganggu ketenangan publik.

Menurut pemikiran kami, istilah teroris itu sangat debatable atau masih menjadi perdebatan jika kedua kubu dipertemukan, sebab masing-masing akan saling menuding lawannya sebagai teroris dengan argumen-argumen kuat masing-masing baik itu kebenaran mutlak atau kebenaran yang dipaksakan untuk mutlak.

Sesungguhnya, untuk mengurangi semakin maraknya aksi-aksi 'terorisme' , maka sudah waktunya untuk mengawalinya dengan paradigma baru, mengubah istilah tersebut menjadi lebih baik dan tidak seakan-akan menuduh dengan menyakitkan. Ibaratnya, seorang pencuri akan tetap merasa sakit hati kalau dia disebut sebagai pencuri. Namun lain halnya bila ia di sebut sebagai orang yang khilaf sehingga perlu diluruskan. Kiranya istilah terakhir ini secara tidak langsung pula memberi angin ajakan kepada si pencuri tadi untuk sadar bahwa apa yang dia lakukan adalah salah dan ia harus kembali ke jalan yang benar. Selain itu juga akan memberi kita pemikiran-pemikiran baru tentang cara penanganan masalah ini dengan jauh lebih cerdas dan efektif..... Atau setidaknya, yah, membuka jalan dialog tanpa kekerasan senjata, lah. Karena apapun alasan adu fisik, rakyat tak berdosa sedikit banyak akan ikut kena imbasnya pula.

Begitulah pemikiran kami sebagai seorang pramuka, seperti bagaimana kami merangkul kawan-kawan kami yang negatif kembali ke jalan baik, dengan diawali kelembutan budi kita sebagai orang-orang yang mengerti dalam mengajak mereka sadar kembali.

Sementara tundukkan ego kita dan jangan berargumen bahwa mereka jahat dan telah melakukan tindakan di luar batas sehingga kita pun harus keras. Apa artinya kekerasan di balas dengan kekerasan, karena sesungguhnya jika itu kita lakukan maka kita tak ada bedanya dengan mereka.

Wawasan Pramuka



Ada kalanya pramuka mengalami kejenuhan, sehingga semua terasa mentok dalam pikiran. Disaat-saat seperti itu, mungkin perlu bagi pramuka untuk menyegarkan kembali apa-apa yang dalam benaknya, salah satu cara adalah memanda hamparan bumi yang luas atau memandang langit tanpa batas.

Disaat memandang semua itu, diamlah dan biarkan semua beban keluar mengalir seperti keluarnya air kotor dari penampungan, bukalah pula sisi lubang yang lain untuk masuknya air baru nan jernih dan menyegarkan. Biarkan semua berjalan secara normal dan alami dan lihatlah apa yang akan terjadi selanjutnya......

Juara Lomba Pramuka


Setiap Pramuka yang mengikuti lomba pasti ingin menjadi juara. Ya, tentu sangat menggembirakan hati dan menjadi kebanggaan bila berhasil keluar sebagai pemenang.

Namun perlu disadari bahwa menjadi juara bukanlah segala-galanya, sehingga harus berlaku curang atau meninggalkan nilai-nilai dasar kehidupan pramuka. Justru juara sejati adalah para pramuka yang selalu berpegang teguh pada janji dharmanya meski harus kekalahan yang ia terima.

Pramuka Bersepeda


Bersepeda adalah kegiatan yang menyenangkan. Namun saat ini para remaja lebih memilih naik kendaraan bermotor, baik untuk ke sekolah maupun aktifitas lainnya, karena dinilai lebih cepat dan mudah. Akibatnya dimana-mana kita jumpai keruwetan jalan karena jumlah kendaraan bermotor yang sangat banyak sedang lebar jalan tidak berkembang.

Mari kita bersepeda, lebih-lebih jika hanya untuk menempuh jarak di bawah 30 KM, toh dengan kecepatan rata-rata jarak 30 km bisa ditempuh 1,5 jam, sekalian kita bisa berolah raga dan mengurangi polusi. 

Pramuka harus memberi keteladanan dan bukti nyata sehingga semangat bersepeda bukan hanya slogan tanpa wujud asli.

Liburan ke Gunung Klotok Kediri


Hari Minggu, tanggal 23 februari 2014

Setelah latihan gabungan dengan organisasi lain, kami merasa lelah dan ingin segera menyegarkan diri dengan refreshing ke gunung Klotok. kami berangkat naik motor dengan 1 motor berisi 2 anak. perjalanannya seru, karena ada pemandangan yang indah dan udara yang sejuk.

Setelah sampai disana, kami bertemu dengan para senior, yaitu kak selis desta feorintine dan kawan-kawan. Disana, kami menjelajah dengan semangat, karena ada tantangan, yaitu hujan. Pulangnya, kami mampir di pabrik tebu.Di pabrik itu, kami makan bakso. Setelah itu, kami pulang dengan tubuh yang kembali segar.

Penulis : Shanti - Penggalang Rakit

Bhakti masyarakat & Cinta tumbuhan

Ilustrasi Anak Pencabut Paku

Kemarin Sore, Tepatnya Tanggal 8 Maret 2014, Kami mengadakan kegiatan Bhakti sosial dan Cinta Tumbuhan. Kami Berangkat Memulai Kegiatan Pukul 14.30, Dan Selambat-lambatnya Kembali Ke Sekolah Pukul 16.30 WIB

Kami Ditugaskan Mencabut Paku Di Pohon, Di Sebelah Selatan Sekolah.Sa'at itu, Kami Bersepeda dan berjalan sangat pelan-pelan, karena kami harus melihat pohon-pohon yang ada pakunya, dan mencabutnya.

kegiatan kami didukung oleh petugas Kecamatan Prambon. karena pada sa'at ini marak pemasangan atribut pemilu dipohon.

aku bersama daeng, mencabut paku yang berada di atas pohon dengan tolong-menolong. Daeng aku panggul, agar ia bisa mencabut paku yang diatas. usaha yang kami lakukan begitu lama, namun akhirnya berhasil. Kami berdua puas, karena kami berhasil menyelesaikan tantangan, walaupun tak begitu sulit.

Penulis : Danker - Penggalang Rakit

Bhakti Masyarakat - Mencabut Paku


Pada hari Sabtu, 08 Maret 2014

kami anak Pramuka dari pangkalan SMPN 1 Prambon akan melakukan Bhakti Masyarakat. kami akan mencabuti paku di pohon pinggir jalan sekitar jalan raya di kecamatan Prambon, kami berangkat dari pangkalan pada pukul 15.00. kami pun membagi kelompok menjadi 2 kelompok.

Kelompok 1 berjalan ke selatan dan kelompok 2 berjalan ke utara, kelompok 1 mencabut paku di timur jalan dahulu kemudian baru mencabut paku yang di barat jalan. kelompok 2 membagi menjadi 2 kelompok lagi, 1 kelompok mencabut paku di barat jalan dan 1 kelompok lagi mencabut paku di timur jalan, peralatan yang kami bawa adalah palu dan tang. kami mencabut banyak paku.

tujuan diadakannya Bhakti Masyarakat itu adalah agar pohon - pohon tidak mati karena ditancapi paku - paku. dan kami akan melakukan kegiatan - kegiatan yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat lain.

Penulis : Sebastian Yudith - Penggalang Rakit

Bhakti Komunitas 2014



Komunitas Pramuka Mandiri telah eksis selama kurang lebih lima tahun terakhir, dengan anggota yang tersebar di seantero nusantara baik yang terhubung secara online maupun offline, melalui temu darat, jejaring sosial maupun interaksi di blog kita ini. Khusus untuk blog pramukamandiri.com maaf udah 3 tahun ini mengalami rehab berkali-kali termasuk menghapus semua artikel yang dimuat.. hal ini dikarenakan kami ingin kita membiasakan diri untuk tidak alergi menerima perubahan hehehe......

Di tahun 2014, admin beserta sahabat-sahabat komunitas merilis gelaran kegiatan nyata untuk masyarakat bertajuk Bhakti Komunitas Pramuka Mandiri 2014, yang rencananya akan digelar selama satu tahun penuh. Ada banyak kegiatan yang telah disusun baik di dunia nyata maupun maya agar juga menjangkau keseluruhan anggota komunitas. Jadi terus ikuti perkembangan ya, kami akan selalu berusaha untuk up date informasi.

Kegiatan Di Bulan Januari 2014
Workshop Kreatif . informasi silahkan download disini

Kegiatan Di Bulan Februari 2014
Latihan Gabungan Penegak (Pentalaga XV)
Bhakti Sosial Abu Kelud 2014

Kegiatan Di Bulan Maret 2014
Try Out UN untuk Penggalang
Pelepasan Benih Ikan Mujair di Sungai Brantas
Gerakan Lindungi Pohon dari Paku

++++++

Catatan : Teman-teman komunitas pramuka mandiri mari semarakkan juga kegiatan serupa di sekitar daerah sobat. Termasuk ide-ide lain yang bisa dikerjakan. Saatnya pramuka berkarya nyata... Saluut dan Suksess.... :)